Followers

Thursday, June 21, 2012

MAKALAH BIOLOGI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN


MAKALAH BIOLOGI
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN




                                    KATA PENGANTAR

          Puji syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul “Sistem Pencernaan”           
            Shalawat beriring salam senantiasa penulis berikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, karena berkat perjuangan beliulah, sehingga kita bisa keluar dari zaman Jahilliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi seperti yang kita rasakan saat ini.
            Tiada karya manusia yang sempurna, begitu pun dalam makalah ini yang mungkin masih banyak kesalahan serta kekurangan. Maka dari itu penulis berharap kepada saudara sekalian agar dapat memberikan kritik ataupun saran yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan makalah ini yang masa mendatang.













                                           DAFTAR ISI


                                                                                                           
                                                                                                                 Halaman
Kata pengantar……………………………………………………………….     2
Daftar isi……………………………………………………………………..       3
Pendahuluan…………………………………………………………………      4
BAB1.Sistem Pencernaan Makanan ………………………………………..    5
            A.Sistem Pencernaan Manusia………………………………………    5
            B.Sistem Pencernaan Hewan………………………………………..    10
            C.Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia…………………       14














PENDAHULUAN

            Pernahkah kamu memperhatikan pertumbuhan tubuh seseorang yang kekurangan atau kelebihan makanan?
Kemungkinan yang dapat kamu lihat pada orang yang kekurangan makanan adalah pertumbuhan fisiknya akan terganggu atau menderita beberapa macam penyakit.Sebaliknya,pada orang yang kelebihan makanan akan tampak kegemukan  dan kemungkinan juga dapat menderita penyakit tertentu.
            Kita memerlukan makanan seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk menjaga agar hidup tetap sehat.Makanan yang kita makan biasanya dalam bentuk molekul-molekul besar.Molekul-molekul besar tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh secara langsung untuk memperoleh energi,ataupun untuk bertumbuh dan berkembangan.Dengan demikian,makanan  tersebut harus dipecah menjadi zat-zat yang lebih kecil.proses pemecahan makanan tersebut dilakukan secara mekanis dan kimiawi.
            Pada makhluk hidup tingkat tinggi ,terjadi proses pemecahan makanan berbeda-beda.Untuk makhluk hidup tingkat rendah,proses pemecahan makanan terjadi di dalam sel sebaliknya pada makhluk hidup tingkat tinggi proses pemecahan makanan terjadi diluar sel.Hal ini dimungkinkan dengan adanya sistem pencernaan yang tersusun oleh saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.









BAB 1
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

A.SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

            Pencernaan makanan pada saluran pencernaan manusia meliputi dua proses yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.Pencernaan mekanik adalah pencernaan yang dilakukan oleh gigi di dalam mulut,sedangkan pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang melibatkan enzim.pencernaan kimiawi ini terjadi dimulai dari mulut,lambung dan anus.
            Proses pencernaan makanan juga melibatkan alat-alat pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.Saluran pencernaan manusia terdiri dari: rongga mulut,kerongkongan(esofagus),lambung(ventrikulus),usus halus,usus besar(kolon) dan anus.sedangkan kelenjar pencernaan terdapat di air liur atau ludah, lambung, pankreas dan hati(hepar).

  Mulut
            Proses pencernaan makanan pertama kali terjadi di dalam rongga mulut.Mulut merupakan tempat awal terjadinya pencernaan baik secara mekanik oleh gigi maupun secara kimiawi oleh enzim. Didalam mulut terdapat enzim yang membantu pencernaan yaitu enzim amilase,Di dalam rongga mulut juga terdapat,gigi,lidah dan kelenjar ludah.

  • Gigi
Gigi terdiri dari tiga bagian,yaitu mahkota gigi(korona),leher gigi(korum) dan akar gigi(radius).Gigi berasal dari dua jaringan embrional,yaitu ektoderm dan mesoderm.
Berdasarkan bentuknya Gigi manusia terdiri atas gigi seri(insisivus),gigi taring(kaninus) dan gigi geraham.Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan.Gigi taring berfungsi untuk menyobek makanan.Gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan.


  • Lidah
Lidah juga membantu pencernaan makanan didalam mulut.lidah tertutup oleh selaput lendir dan tersusun dari otot lurik yang dilapisi oleh selaput mukosa.
Lidah berfungsi dalam membantu proses menelan dan pencampuran makanan dalam mulut.Pada lidah terdapat papila atau tunas pengecap sehingga lidah juga berfungsi sebagai  indra pengecap,lidah dapat mengecap rasa manis,asam,asin dan pahit.
  • Kelenjar Ludah
Didalam mulut terdapat tiga kelenjar ludah,yaitu kelenjar parotis,kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis.Dimana ketiga kelenjar ini menghasilkan ludah atau air liur(saliva).Air liur ini menghasilkan enzim ptialin atau amilase.

Kerongkongan(Esofagus)
            Makanan yang telah masuk kedalam mulut dan dikunyah oleh gigi,masuk kedalam kerongkongan melalui faring.Faring merupakan saluran persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan dan rongga mulut ke kerongkongan yang berfungsi mengatur masuknya makanan.Pada faring terdapat klep,yaitu epiglotis,maka dari itu saat kita makanan hendaknya jangan berbicara.
Kerongkongan merupakan saluran panjang dan tipis sebagai jalan makanan yang telah dikunyah dari mulut kelambung.Pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan.selanjutnya,Makanan didorong oleh  otot kerongkongan menuju lambung,gerakan otot ini disebut gerak peristaltik..Panjang kerongkongan kurang lebih 20cm dan lebarnya 2cm.kerongkongan(esofagus) berfungsi menyalurkan makanan kelambung.

Lambung(ventrikulus)
            Lambung adalah kelanjutan dari kerongkongan(esofagus),berbentuk seperti kantung dan terletak di rongga perut sebelah kiri.lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter.Lambung terdiri dari tiga bagian,yaitu kardiak(bagian atas),pilorus(bagian bawah) dan fundus(bagian tengah).Pada kedua ujung lambung terdapat klep(sfngter).Klep pertama terletak pada ujung yang berbatasan dengan kerongkongan disebut sfingter esofageal.fungsi sfingter esofageal adalah untuk menjaga  makanan agar tetap dilambung dan hanya akan terbuka saat makanan masuk atau saat muntah.klep kedua terdapat pada ujung yang berbatasan dengan duodenum disebut sfingter pilorus.
            Dinding lambung tersusun oleh  otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut.Ada tiga jenis otot polos yang menyusun lambung,yaitu otot memanjang,otot melingkar dan otot menyerong.
            Pada daerah fundus(bagian tengah) menghasilkan getah lambung .Pada dinding lambung terdapat kelenjar buntu yang menghasilkan hormon gastrin yang memacu sekresi getah lambung. Makanan yang masuk kedalam lambung tersimpan selama 2-5 jam.Selama makanan berada didalam lambung,makanan dicerna secara kimiawi dan bercampur dengan getah lambung.
            Getah lambung adalah campuran zat-zat kimia  yang sebagian besar terdiri dari  air,asam lambung(HCL),serta enzim pepsin,renin dan lipase.
Asam lambung(HCL) berfungsi mematikan bakteri yang terdapat dalam makanan,mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
Pepsin merupakan enzim yang dapat menghidrolisis molekul-molekul protein menjadi molekul-molekul peptida.
Renin dalah enzim yang dapat merubah kaseinogen menjadi kasein.
Lipase adlah enzim yang menghidrolisis trigliserida menjadi asm lemak dan gliserol.
Hasil penggerusan makanan di dalam lambung oleh otot lambung(mekanik) dan enzim(kimiawi) akan menjadikan makanan menjadi lembut seperti bubur dan disebut kim (chyme).Otot pilorus yang membentuk klep akan mengatur keluarnya kim sedikit demi sedikit dari lambung ke duodenum melalui cara kerja klep.






Pankreas
            Pankreas adalah kelenjar berwarna keputihan,terbentuk dari usus dua belas jari dan terletak dibawah permukaan lambung.Sel kelenjar dalam pankreas menghasilkan getah pankreas yang akan masuk ke duodenum melalui saluran pankreas.
Getah pankreas mengandung zat-zat:
1.      Natrium bikarbonat,berfungsi menetralkan keasaman isi usus
2.      Amilase,berfungsi menghidrolisis pati maenjadi maltosa dan glukosa
3.      lipase,berfungsi menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida
4.      Tripsin dan kimotripsin,berfungsi memecah molekul-molekul protein
5.      Peptidase,berfungsi membantu menghidrolisis peptida menjdi asam amino
6.      nuklease,berfungsi menghidrolisis asam nukleat(RNA dan DNA) menjadi komponen nukleotida.
            Getah pankreas disekresikan dibawah pengaruh hormon.Jika isi lambung yang bersifat asam masuk kedalam duodenum,sel-sel tertentu pada duodenum akan melepaskan hormon sekretin dan kolesistokinin ke dalam darah.Jika hormon sekretin sampai di pankreas akan merangsang produksi dan pelepasan getah pankreas,sedangkan hormon kolesistokinin merangsang empedu untuk mengeluarkan bilus.Bilus mengandung garam empedu dan bilirubin(zat warna empedu) yang dapat mengemulsikan lemak.

HATI
            Meskipun hati bukan salah satu organ pencernaan tetapi hati dapat mensekresikan empedu.
Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam pencernaan lemak.Selain berfungsi menghasilkan empedu,hati memiliki fungsi penting lainnya.Fungsi hati adalah sebagai berikut:
1.Metabolisme karbohidrat,metabolisme lemak,metabolisme protein
.3.Memproses obat-obatan dan hormon,
5.Ekskresi bilirubin
6.Sintesis garam-garam empedu
7.Penyimpanan,fagositosis dan pengaktivan vitamin
USUS HALUS(Intestinum tenue)
            Setelah dari lambung,makanan akan masuk ke dalam usus halus.Usus halus merupakan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi.Usus halus terbagi menjadi tiga bagian,yaitu usus dua belas jari(duodenum),usus kosong (jejenum),dan usus  panyerapan(ileum).
Didalam usus halus terdapat dua proses pencernaan yaitu pencernaan secara kimiawi dan proses penyerapan sari makanan.
             Didalam usus dua belas jari bermuara dua saluran,yaitu  sebagai berikut:
1.Saluran empedu,berasal dari kantung empedudi hati.Empedu di hasilkan oleh hati berfungsi untuk mengemulsikan lemak pada makanan
2.Saluran pankreas,berasal dari kelenjar pankreas yang mengandung enzim-enzim ,seperti enzim amilase,enzim tripsin dan enzim lipase. 
            Didalam usus kosong,makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus,sehingga makanan menjadi semakin halus dan cendrung encer.enzim yang dihasilkan antara lain enterokinase,laktase,eripsin atau dipeptidase,maltase,disakaridase,peptidase,sukrase,dan lipase.
            Pencernaan makanan ini akan berakhir pada usus penyerapan.Makanan yang telah menjadi sari-sari makanan di serap oleh ileum(usus penyerapan).Didalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut vili atau jonjot usus yang memiliki fungsi tertentu.Didalam vili terdapat pembuluh darah,setelah diserap makanan akan diangkut oleh sel darah merah dan di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah.
 Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa zat makanan yang dapat mengalami proses pencernaan dan ada zat-zat makanan tertentu juga yang tidak mengalami pencernaan.

USUS BESAR(KOLON)
            Setelah melewati usus halus,sisa makanan masuk ke usus besar(kolon). Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar dan kolon turun.Kolon memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing atau apendiks. Namun umbai cacing ini belum diketahui fungsinya secara pasti.
            Pada pertemuan antar usus halus dan usus besar terdapat suatu penyempitan yang disebut  klep ileosekum.Klep ini berfungsi untuk manjaga makanan yang sudah masuk kedalam usus besar tidak dapat kembali ke usus halus.
            Makanan yang masuk ke usus besar sebetulnya merupakan sisa penyerapan dari usus halus.Namun demikian,kandungan airnya masih cukup tinggi.
Di dalam usus besar ,sisa makan mengalami pembusukan.pembusukan ini di bantu oleh bakteri Escherichia coli.Air dan garam mineral dari sisa makanan tersebut, akan diserap oleh usus kambali.Setelah itu sisa makanan  dikeluarkan melalui anus dalam bentuk tinja(fases).

ANUS
            Bagian yang terakhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang menggelembung disebut rektum.rektum dan anus merupakan lubang tempat pembuangan fases dari tubuh.Sebelum di buang lewat anus,fases ditampung terlebih dahulu pada bagian rektum.Penyerapan air tidak lagi  terjadi pada rektum,Rektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi.Selanjutnya apabila  fases sudah siap dibuang maka otot spinkter rektum mengatur pembukaan dan penutupan anus.Otot spinkter yang mnyusun rektum ada dua,yaitu otot polos dan otot lurik.

2.SISTEM PENCERNAAN HEWAN
            Berdaskan tempatnya ada dua macam pencernaan,yaitu pencernaan intrasel dan pencernaan ekstrasel.Pencernaan intrasel adalah pencernaan yang terjadi didalam sel,sedangkan pencernaan ekstrasel yaitu pencernaan di luar sel.
Sistem Pencernaan Hewan Memamah Biak
            Hewan memamah biak(ruminansia) memiliki saluran pencernaan makanan yang terdiri dari mulut,kerongkongan,rumen(perut besar),retikulum(perut jala),omasum(perut kitab),abomasum(perut masam),usus halus,usus besar,rektum dan anus.
 Sistem pencernaan tersebut memiliki persamaan dan perbedaan pada manusia.Hewan pemamah biak memiliki gigi seri berbentuk kapak yang berfungsi untuk menjepit dan memotong makanan.Dengan dibantu oleh lidah,gigi seri mengambil makanan kemudian mencampurnya dengan air liur.Gigi geraham berbentuk lebar dan datar dengan rahang bergerak menyamping sehingga makanan tergiling secara mekanik.
            Makanan yang masih dalam keadaan kasar ditelan masuk kedalam rumen lalu menuju retikulum. Diretikulum makanan  mengalami pencernaan secaa mekanis oleh gerakan dindingnya yang tebal dan juga terjadi pencernaan secara Biokimiawi.
Proses mencerna dan memasukkan makanan akn berjalan terus dan akan berhenti jika hewan merasa kenyang.Pada hwan yang sedang beristirahat,makanan dalam bentukbubur kasar dalam retikulum tersebut sedikit demi sedikit akan dikeluarkan dikeluarkaan kembali ke mulut dan terjadi pencernaan secara kimiawi oleh ludah dalam situasi PH netral.
            Makanan yang sudah dicerna untuk kedua kalinya ini akan masuk kedalam omasum melewati rumen dan retikulum.Di dalam omasum,makanan dicerna secara mekanik kemudian masuk kedaam abomasum .Dalam abomasum ini makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan hewan ciliata yang bersimbosis dengan hewan memamah biak tersebut.Selanjutnya makanan hasil pencernaan masuk kedalam usus halus dan terjadi penyerapan sari-sari makanan yang hasilnya diedarkan oleh darah menuju keseluruh tubuh.Sisa makanan,bakteri dan hewan ciliata masuk ke usus besar dan akhirnya dikeluarkan melalui anus.

Sistem pencernaan burung
            Burung memiliki saluran pencernaan yang terdiri dari mulut ,kerongkongan,tembolok,lambung kelenjar,empedal,usus halus,usus besar,dan kloaka.Mlut burung dilengkapi dengan paruh.Bentuk paruh ini disesuaikan dengan jenis makanannya.Didalam mulut terdapat lidah yang runcing dan dilapisi zat tanduk.Dengan paruhnya,burung memasukkan makanan kemulut dan kemudian ditelan ke dalam kerongkongan. Pada bagian bawah kerongkongan terdapat tembolok yang berfungsi sebagai tempat makanan  sementra.Setelah itu makanan masuk ke dalam kelenjar lambung yang mengeluarkan getah lambung.
            Diempedal,makanan dihancurkan dengan bantuan pasir atau kerikil.Dari empedal,pencernaan dilanjutkan di usus halus.Pankreas dan hati menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang di alirkan ke usus halus.Hasil pencernaan diserap oleh pembuluh darah pada dinding usus halus.Sisa penceraan dialirkan ke usus besar,kemudian ke rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka.kloaka merupakan muara tiga saluran,yaitu pencernaan, saluran ekskresi, dan saluran alat kelamin.

Sistem pencernaan reptil
            Reptil memiliki  saluran pencernaan yang terdiri dari mulut,  kerongkongan, lambung,usus dan kloaka.Pada reptil alat untuk menangkap mangsa adalah lidah (contohnya pada cecak) dan gigi(contohnya pada buaya).Mangsa yang tertangkap langsung ditelan.Lendir yang dihasilkan kelenjar ludah membantu mempermudah penelanan mangsa.

Sistem pencernaan amfibi
            Saluran pencernaan amfibi contohnya katak, terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung,usus dan kloka.Lidah pada katak digunakan untuk memangsa.Makanan dari mulut masuk ke lambung melalui kerongkongan.Didalam lambung makanan dicerna,kemudian masuk ke dalam usus.Di usus zat makanan diserap,sisa makanan dikeluartkan melalui kloaka.Kloaka merupakan muara dari tiga saluran,yaitu saluran pencernaan,saluran ekskresi dan saluran alat kelamin.


Sistem pencernaan ikan
            Saluran pencernaan pada ikan terdiri dari mulut,kerongkongan,lambung,usus dan anus.Dari mulut makanan masuk ke dalam kerongkongan kemudian masuk menuju lambung untuk dicerna.Dari lambung,makanan mengalir menuju usus dan bermuara di anus


Sistem pencernaan serangga
            Sistem pencernaan makanan pada serangga,misalnya belalang terdiri dari mulut,kerongkongan, tembolok,lambung kelenjar,usus besar ,rektum dan anus.Belalang mencari makanan secara aktif.Oleh karenaitu disekitar mulut belalang terdapat alat pelengkap khusus sehingga dapat memakan daun dengan cepat.Dari mulut,makanan melalui kerongkongan masuk ke dalam tembolok untuk di simpan sementara.Di tembolok makanan menuju ke empedal.
            Di empedal makanan di giling,kemudian masuk ke dalam lambung.Didalam lambung terjadi pencernaan secar kimiawi dan penyerapan sari makanan.Makanan kemudian masuk ke dalam darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.Sisa makanan yang berbentuk padat dikumpulkan dan bermuara pada usus besar,lalu sisa makanan dikeluarkan melalui anus.

Sistem pencernaan cacing tanah
            Sistem pencernaan cacing tanah terdiri dari mulut,kerongkongan ,tembolok,empedal,usus dan anus.
Cacing tanah memakan buangan sampah, kemudian makanan ini masuk ke dalam mulut bersam dengan butiran-butiran tanah.Setelah itu,makanan di dalam kerongkongan yang  membesar(faring)akan dibasahi oleh lendir,kemudian di simpan sementara di dalam tembolok.Dari tembolok makanan masuk kedalam empedal.Empedal adalah lambung pengunyah ang berotot.Di empedal makanan dicerna secara mekanik dengan bantuan butiran tanah,kemudian di alirkan ke usus.
            Pencernaan secara kimiawi dan penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus.Sisa makanan di keluarkan melalui anus.


Sistem pencernaan protozoa
            Pencernaan pada protozoa(hewan bersel satu) rejadi di dalam sel itu sendiri sehingga disebut pencernaan intrasel.Protozoa tidak memiliki alat pencernaan khusus.Kaki semu yang digunakan untuk menangkap makanan yang kemudian masuk kedalm protoplasma yang sudah membentuk vakuola(rongga makanan).




Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia
            Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh gangguan pada sistem pencernaan manusia.
            1.Gastritis
                        Gastritis berarti peradangan mukosa lambung.Gangguan ini sangat umum terjadi,terutama pada orang yang berusia lanjut.Gastritis jarang menyebabkan gejala gejala yang serius.
            2.Konstipasi
                        Konstipasi berarti lambatnya pergerakan fases melalui usus besar.Konstipasi sering dihubungkan dengan jumlah fases yang kering dankeras pada kolon yang menumpuk karena lamanya waktu penyerapan cairan.Penyebab kostipasi ini adalah kebiasaan buang air besar yang tidak teratur dan kurangnya makan makanan yang berserat.
            3.Pankreasitis
                        Pankreasitis berarti peradangan pankreas.Penyebab umum dari pankreasitis dalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri oleh batu empedu.
            4.Diare
                        Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepasang usus besar.Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan ileum.Diare ada yang disebabkan oleh bakteri kolera dan terkadang oleh bakteri lain ,seperti bacilus. Yang merupakan patogen usus besar.
            5.Flatus
                        Flatus adalah msuknya gas-gas pada saluran pencernaan.Gas-gas tersebut berupa gas-gas yang tertelan.,gas yang dihasilkan bakteri atau gas dari difusi darah yang masuk k saluran pencernaan.

RETIKULUM ENDOPLASMA


                           RETIKULUM ENDOPLASMA



Deskripsi
Pada bab ini akan dipelajari tentang struktur dan fungsi retikulum endoplasma serta peranannya dalam proses biosintesis protein serta fungsi retikulum endoplasma lainnya.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi retikulum endoplasma dan proses biosintesis serta pemulihan selaput sel
PENDAHULUAN
Pada tahun 1887, Garnier mencatat bahwa sitoplasma sel kelenjar sering berbeda warna dengan bagian lain dalam sitoplasma. Pada bagian ini sering terlihat adanya gambaran seperti guratan atau lempen. Ia mengira bagian tersebut berhubungan dengan proses sekresi dan bagian tersebut disebut sebagai ergatoplasma. Belakangan diketahui bahwa bagian tersebut banyak mengandung RNA. RNA bersifat asam berarti memiliki afinitas kuat terhadap basa, seperti metilen blue dan toloidin blue sehingga disebut basofil. Ternyata sitoplasma  yang basofil tidak hanya terdapat pada sel kelenjar tetapi juga pada sel-sel yang giat tumbuh dan pada sel-sel yang aktif mensintesis protein. Ergatoplasma di dalam sel saraf disebut dengan Badan Nissl menjelang.yang disebut dengan retikulum endoplasma (artinya jala-jala dalam plasma).


Porter dkk (1945) menemukan jala-jala yang halus pada sitoplasma fibroblas ayam. Pada irisan tipis jala-jala ini tampak seperti saluran buntu, gelembung memanjang atau berupa terusan. Pada irisan seri yang diamati si bawah mikroskop elektron, Fry Wyssling dan Muhlethaler (1965) menunjukkan bahwa terusan-terusan tersebut saling berhubungan dan berjalinan di seluruh sitoplasma. Retikulum endoplasma yang besar-besar dapat diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya seperti badan Nissl pada sel saraf tetapai struktur yang lebih rinci baru dapat dilihat di bawah mikroskop elektron.

STRUKTUR RETIKULUM ENDOPLASMA
Retikulum endoplasma adalah suatu kumpulan kantung seperti membran berbentuk pipa, gelembung dan kantung pipih yang meluas dalam sitoplasma sel eukariot.  Retikulum endoplasma dibagi dua kategori yaitu retikul endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Kedua macam retikulum endoplasma ini menyusun suatu sistem membran yang melingkupi suatu ruang. Bagian dalam membran disebut dengan luminal atau ruang sisterna (cisternal space) dan daerah diluar membran yang disebut ruang sitosolik (cytololic space) Perbedaan morofologi antara retikulum endplasma kasar dan halu terletak apa ada tidaknya ribosom yang terikat pada membran yang berhadapan dengan ruang sitosolik. Retikulum endoplasma kasar merupakan organel berbatas membran yang terusun dari suatu kantong pipih yang disebut dengan sisterna.  Sedangkan komponen membran dari retikulum endoplasma halus berbentuk tubular.
Perbedaan jumlah antara kedua jenis retikulum endoplasma ditentukan oleh jenis sel. Sebagai contoh, sel yang mensekresi protein dalam jumlah besar seperti sel pancreas, kelenjar ludah mempunyai retikulum endoplasma yang banyak. Kalau dilihat secara menyeluruh, retikulum endoplasma kasar dan halus dibedakan tidak hanya berdasarkan ada tidaknya ribosom pada membrannya tetapi juga pada susunannya dalam sitoplasma. Retikulum endoplasma kasar tampak berupa saluran panjang, berjajar melengkung teratur, sedangkan retikulum endoplasma halus berupak pembuluh (tubuler) atau gelembung (vesikuler) yang tidak teratur. Retikulum endoplasma kasar dan halus berhubungan di suatu tempat, karena dalam banyak hal kedua retikulum endoplasma ini bekerja sama dalam melakukan aktivitas sel.







0.5 µm
 
Gambar 6.2  Retikulum endoplasma dalam tiga dimensi. a. REG; b. REH

RETIKULUM ENDOPLASMA HALUS
            Retikulum endoplasma halus (SER) berkembang dalam sejumlah jenis sel seperti sel otot rangka, tubulus ginjal dan kelenjar steroid. Protein retikulum endoplasma bervariasi antara satu sel dengan sel lain bergantung kepada fungsi, seperti:
-          sintesis hormon steroid pada kelenjar gonad dan korteks ginjal
-          detoksifikasi pada hati memiliki komponen organik yang bervariasi seperti barbiturat dan etanol.
-          Pelepasan glukosa dari glukosa 6 fosfat pada hati. Jejumlah besar glikogen di dalam hati disimpan sebagai granula yang terikat dengan membran luar retikulum endoplasma halus.
RETIKULUM ENDOPLASMA KASAR
     Retikulum endoplasma kasar, karena pada membrannya melekat banyak sekali ribosom sehingga tampak kasar di bawah mikroskop dan tidak tampak licin. Elemen karakteristik dari REG adalah berupa lembaran tipis yang terdiri dari 2 membran bersatu pada bagian tepi masing-masing dan dibatasi oleh suatu cavite berbentuk kantong yang aplatis (sakulus). Letak dan jumlah dari sakulus bervariasi, tergantung pada jenis sel dan fungsi dari aktivitasnya. Bila letak REG berkembang balk, letak sakulus menjadi sistematis, terarah, paralel satu dengan yang lainnya. Pada sel-sel glandula dari acini pankreas dan paratoide terdapat pada maxilla. Semua sakulus menempati bagian basal dari sitoplasma. Pada sel yang kurang aktif juga mengandung sakulus namun jumlahnya jarang











Gambar 6.9 Retikulum endoplasma nampak di bawah MES.
2. Struktur Tabulair Retikulum Endoplasma Halus
Berlawanan dengan penyusun lamellair dari REG, maka REL dibentuk dari satu labirynth berkanalikula halus, saling berhubungan, dan berinfiltrasi dalam semua sitoplasma.
Tidak ada ribosom pada permukaan eksternal dari membrannya. REL memiliki sifat yang membuka kantak atau hubungan yang penting dengan mitokondria, tempat glikogen dan peroxysomes.
Kesimpulan adalah:
-    REG memiliki suatu organisasi sakular dan membrannya ditutupi oleh ribosom.
-    REL adalah suatu jalinan tubuli-tubuli yang beranatomosis dan dikarakterisasi oleh tidak adanya ribosom.
3. Penyusun Kimia dari Membran Retikulum Endoplasma
Dengan teknik ultrasentrifugasi differentielle memisahkan membran RE dalam bentuk vesikula-vesikula kecil; mikrosom, tertutupi atau tidak oleh ribosom (Gambar 6.10).
Analisa hiokimia dari membran tersebut (ditraitmen dengan rihonuklease untuk mengeliminasi Ribonukleoprotein), memperlihatkan bahwa membran RE mengandung:
•   Protein yang terstruktur dan lemak (30% atau 50%).
•   Enzim, yang dibutuhkan pada sintesa protein, pada metabolisme lemak, dan pada fenomena detoxifikasi.
REL dan REG saling berhubungan, meskipun sukar untuk memisahkan membrannya, namun penyusun biokimianya dari kedua sistem tersebut berbeda, yaitu:
Ø  Kandungan fosfolipida lebih tinggi pada REL dari REG.
Ø  Perbandingan kuantitas fosfolipidal kuantitas kolesterol adalah 15 untuk REG dan 4 untuk REL.
Ø  Glukosa 6-fosfat terutama terdapat pada REG.
Ø  5-nukleotidase terutama terdapat pada REL.
Ø  Susunan dari lemak dan protein sesuai dengan model Singer - Nicolson.


Fungsi Retikulum Endoplasma
1. Fungsi sintesa
Sintesa protein ini dilakukan bersama-sama dengan ribosom, di mana protein yang dibebaskan masuk dalam cavite RE.
a.      SINTESA lemak: RE bertanggung jawab pada sintesa lemak, membrannya mengandung sistem enzimatik yang bertanggung jawab pada pemanjangan dan saturasi dari asam lemak.
b.      Sintesa glyciprotein; protein disintesa oleh REG, dapat berasosiasi pada gula. Sintesa glycoprotein ini disebut glycosilasi. Berawal pada REG dan berakhir pada AG.
c.      Sintesa membran; Sistem membraner ini sangat berbeda di mana disintesa fosfolipida dan protein yang berasal dari pembentukan membran sel.








2. Fungsi Penyimpanan
RE menyimpan dan mengkonsentrasikan substansi yang berasal dari miliu ekstraseluler, juga dapat dari intraseluler.
3.  Fungsi detoxifikasi
Membran RE (hati dan ginjal) mentransformasi molekul-molekul toksik menjadi molekul tidak toksik sebelum dieliminasi oleh organisme. Detoksifikasi terjadi misalnya melalui hydroxylosi.

4. . Fungsi transport,
-          Elektron berkat suatu sistem transfer extramitokondrial (cytochrom P4;o, cytochrom BS).
-          Substansi yang disebabkan oleh sel, dalam semua sel, mulai dari ruang perinukleir sampai miliu ekstraseluler.

RANGKUMAN
Retikulum endoplasma adalah suatu kumpulan kantung seperti membran berbentuk pipa, gelembung dan kantung piph yang meluas dalam sitoplasma sel eukariot.  Retikulum endoplasma dibagi dua kategori yaitu retikul endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Kedua macam retikulum endoplasma ini menyusun suatu sistem membran yang melingkupi suatu ruang. Retikum endoplasma berperan dalam berberapa hal seperti sintessa, penyimpanan lemak, detoksifikasi dan transport.

LATIHAN
  1. Jelaskan struktur retikulum endoplasma
  2. Jelaskan peran sitoplasma dalam biosintesis protein
  3. Jelaskan 4 fungsi retikulum endoplasma
SENARAI
luminal                :      atau sisterna (cisternal space) merupakan bagian dalam membran retikulum endoplasma
ruang sitosolik :         cytololic space adalah daerah diluar membran retikulum endoplasma halus.

Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat



i
Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda, 2000). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung.
            Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia (di TPA) merupakan sampah organik sebesar 60-70% yang mudah terurai. Sampah organic akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk lindi (air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar.  Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus, hepatitis dan lain-lain. Selain itu ada kemungkinan lindi  mengandung logam berat, suatu  salah satu bahan beracun. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah, maka selain menghasilkan tingkat pencemaran yang tinggi juga memerlukan areal TPA yang luas.
            Untuk mengatasi hal tersebut, sangat membantu jika pengolahan sampah dilakukan terdesentralisasi. Pada prinsipnya pengelolaan sampah  haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan persampahan terutama di perkotaan tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah terpusat. Pengolahan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW, dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Dengan cara ini volume sampah  yang diangkut ke TPA dapat dikurangi.

Akibat Sampah yang Bertumpuk
            Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organic dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan, yang timbul di kota.
  1. Lingkungan menjadi terlihat kumuh, kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, merupakan sarang lalat, tikus dan hewan liar lainnya. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit.
  2. Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan. Air yang dikeluarkan (lindi) juga dapat menimbulkan pencemaran sumur, sungai maupun air tanah.
  3. Sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir.
  4. Pengumpulan sampah dalam jumlah besar memerlukan tempat yang luas, tertutup dan jauh dari pemukiman.
Berdasarkan uraian tersebut pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan manajemen 3P (Pengumpulan, Pengangkutan dan Penimbunan di TPA). Sampah dikumpulkan dari sumbernya kemudian diangkut ke TPS dan terakhir ditimbun di TPA, tetapi reduksi sampah dengan mengolah sampah untuk dimanfaatlkan menjadi produk yang berguna perlu dipikirkan.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi system pengelolan sampah perkotaan, antara lain:
1)      Kepadatan dan penyebaran penduduk.
2)      Karakteristik fisik lingkungan dan sosial ekonomi.
3)      Karakteristik sampah.
4)      Budaya sikap dan perilaku masyarakat.
5)      Jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA).
6)      Rencana tata ruang dan pengembangan kota.
7)      Sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan TPA.
8)      Biaya yang tersedia.
9)      Peraturan daerah setempat.
Paradigma Penanganan Sampah
            Penumpukkan sampah di TPA adalah akibat hampir semua pemerintah daerah di Indonesia masih menganut paradigma lama penanganan sampah kota, yang menitikberatkan hanya pada pengangkutan dan pembuangan akhir. TPA dengan system lahan urug saniter yang ramah lingkungan ternyata tidak ramah dalam aspek pembiayaan, karena pembutuhkan biaya tinggi untuk investasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan.
            Untuk mengatasi  permasalahan tersebut, sudah saatnya pemerintah daerah mengubah pola pikir yang lebih bernuansa lingkungan. Konsep pengelolaan sampah yang terpadu sudah saatnya diterapkan, yaitu dengan meminimisasi sampah serta maksimasi daur ulang dan pengomposan disertai TPA yang ramah lingkungan. Paradigma baru penanganan sampah lebih merupakan satu siklus yang sejalan dengan konsep ekologi. Energi baru yang dihasilkan dari hasil penguraian sampah maupun proses daur ulang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber sampah, daur ulang & guna ulang, pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir. pengurangan sumber sampah untuk industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan. Sedangkan bagi rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan  barang-barang keseharian. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan khususnya pada sampah non organik seperti kertas, plastik, alumunium, gelas, logam dan lain-lain. Sementara untuk sampah organik diolah, salah satunya dengan pengkomposan.

Manfaat Sampah
            Sampah yang tampak tidak berguna sebesarnya masih banyak manfaatnya seperti dapat dibuat biogas, briket, pakan ternak, kompos, pupuk, dan  dapat didaur-ulang bagi sampah anorganik.
            Dalam sampah dan kotoran sungai ditemukan bakteri  yang dapat menghasilkan vitamin B12 yang samajenisnya  dengan vitamin B12 yang dihasilkan oleh hewan. Yang paling aktif dapat memfermentasikan sampah dan kotoran sungai sehingga dihasilkan vitamin B12 adalah bakteri-bakteri yang termasuk Streptomyces. Kadar vitamin B12 dalam sampah dan kotoran sungai berkisar 4,2 – 8,2 µg untuk setiap satu gram berat kering. Diperkirakan dari 26.000 ton sampah dan kotoran sungai akan dihasilkan 465 vitamin B12. Pemberian sampah dan kotoran sungai sebesar 2% pada ternak, ternyata mampu meningkatkan berat badan ternak. Sampah dan kotoran sungai mengandung senyawa organic 40-85%, mineral 15-70%, nitrogen 1-10%, fosfat 1-4,5% dan kalium 0,1-4,5%. Sampah rumah tangga, sampah restoran, kertas, kotoran ternak, limbah pertanian dan industri yang bersifat sampah organic semuanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
            Dengan pengolahan sampah menjadi bahan-bahan yang berguna akan memberikan keuntungan selain meningkatkan efisiensi produksi dan keuntungan ekonomi bagi pengolah sampah, juga dapat mengurangi biaya pengangkutkan ke pembungan akhir (TPA) dan mengurangi biaya pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, menghemat energi, mengurangi uang belanja, menghemat lahan TPA dan lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman).

Penanganan Sampah 3-R, 4-R dan 5-R
            Pemikiran konsep zero waste adalah pendekatan serta penerapan sistem dan teknologi pengolahan sampah perkotaan skala kawasan secara terpadu dengan sasaran untuk melakukan penanganan sampah perkotaan skala kawasan sehingga dapat mengurangi volume sampah sesedikit mungkin, serta terciptanya industri kecil daur ulang yang dikelola oleh masyarakat atau pemerintah daerah setempat.
Konsep zero waste yaitu penerapan rinsip 3R (Reduce, Reuse, dan recycle), serta prinsip pengolahan sedekat mungkin dengan sumber sampah dengan maksud untuk mengurangi beban pengangkutan (transport cost). Orientasi penanganan sampah dengan konsep zero waste diantaranya meliputi :
1. Sistem pengolahan sampah secara terpadu
2. Teknologi pengomposan
3. Daur ulang sampah plastik dan kertas
4. Teknologi pembakaran sampah dan insenator
5. Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak
6. Teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah
7. Peran serta masyarakat dalam penanganan sampah
8. Pengolahan sampah kota metropolitan
9. Peluang dan tantangan usaha daur ulang.

Pengertian Zero Waste adalah bahwa mulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi dapat dihindari terjadi “produksi sampah” atau diminimalisir terjadinya “sampah”. Konsep Zero Waste ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).
Produksi bersih merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologi. Prinsip ini juga dapat diterapkan pada berbagai aktivitas termasuk juga kegiatan  skala rumah tangga.
            Prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam penangan sampah misalnya dengan menerapkan prinsip 3-R, 4-R atau 5-R. Penanganan sampah 3-R adalah konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur-ulang sampah), sedangkan 4-R ditambah replace (mengganti) mulai dari sumbernya. Prinsip 5-R  selain 4 prinsip tersebut di atas ditambah lagi dengan  replant (menanam kembali). Penanganan sampah 4-R sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pengelolaan sampah padat perkotaan yang efisien dan efektif, sehingga diharapkan dapat mengrangi biaya pengelolaan sampah.
            Prinsip reduce dilakukan dengan cara sebisa mungkin lakukan minimisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
            Prinsip reuse dilakukan dengan cara sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai. Hal ini dapat memeperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
            Prinsip recycle dilakukan dengan cara sebisa mungkin, barang-barang yang  sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang  bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
            Prinsip replace dilakukan dengan cara teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga teliti agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan Styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa diurai secara alami.
            Prinsip replant dapat dilakukan dengan cara membuat hijau lingkungan sekitar baik lingkungan rumah,  perkantoran, pertokoan, lahan kosong dan lain-lain. Penanaman kembali ini sebagian menggunakan barang atau bahan yang diolah dari sampah.

Tabel 1. Upaya 5-R di Daerah Perumahan dan Fasilitas Sosial
Penanganan 5-R
Cara Pengerjaannya
Reduce
-         Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
-         Gunakan produk yang dapat diisi ulang.
-         Kurangi penggunaan bahan sekali pakai
-         Jual atau berikan sampah yang telah terpisah kepada pihak yang memerlukan.
Reuse
-         Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya.
-         Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang.
-         Gunakan baterai yang dapat diisi kembali.
-         Kembangkan manfaat lain dari sampah.
Recycle
-         Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur-ulang dan mudah terurai.
-         Lakukan penangan untuk sampah organic menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada atau manfaatkan sesuai dengan kreatifitas masing-masing.
-         Lakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat.
Replace
-         Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan.
-         Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan.
-         Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Replant
- Buat hijau dan teduh lingkungan anda,  dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.

Tabel 2. Upaya 5-R di Daerah Fasilitas Umum
Penanganan 5-R
Cara Pengerjaannya
Reduce
-         Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
-         Gunakan alat tulis yang dapat diisi kembali.
-         Sediakan jaringan informasi dengan computer.
-         Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
-         Khusus untuk rumah sakit, gunakan incinerator untuk sampah medis.
-         Gunakan produk yang dapat diisi ulang.
-         Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
Reuse
-         Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang-ulang.
-         Gunakan peralatan penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
Recycle
-         Olah sampah kertas menjadi kertas kembali.
-         Olah sampah organic menjadi kompos.
Replace
-         Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Replant
- Buat hijau dan teduh lingkungan anda,  dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.

Tabel 3. Upaya 5-R di Daerah Komersial (Pasar, Pertkoan, Restoran, Hotel)
Penanganan 5-R
Cara Pengerjaannya
Reduce
-         Berikan insentif oleh produsen bagi pembeli yang mengembalikan kemasan yang dapat digunakan kembali.
-         Berikan tambahan biaya bagi pembeli yang meminta kemasan/bungkusan untuk produk yang dibelinya.
-         Memberikan kemasan/bungkusan hanya pada produk  yang benar-benar memerlukan.
-         Sediakan produk yang kemasannya tidak menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
-         Kenakan biaya tambahan untuk permintaan kantong plastic belanjaan.
-         Jual atau berikan sampah yang telah terpilah kepada yang memerlukannya.
Reuse
-         Gunakan kembali sampah yang masih dapat dimanfaatkan untuk produk lain, seperti pakan ternak.
-         Berikan insentif bagi konsumen yang membawa wadah sendiri, atau wadah belanjaan yang diproduksi oleh swalayan yang bersangkutan sebagai bukti pelanggan setia.
-         Sediakan perlengkapan untuk pengisian kembali produk umum isi ulang.
Recycle
-         Jual produk-produk hasil daur ulang sampah dengan lebih menarik.
-         Berilah insentif kepada masyarakat yang membeli barang hasil daur ulang sampah.
-         Oleh kembali buangan dari proses yang dilakukan sehingga bermanfaat bagi proses lainnya.
-         Lakukan penanganan sampah organic menjadi kompos atau memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.
-         Lakukan penanganan sampah anorganik.
Replace
-         Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan.
-         Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan.
Replant
- Buat hijau dan teduh lingkungan anda,  dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.

Pemilahan Sampah
            Berdasarkan uraian tentang 3-R, 4-R atau 5-R tersebut, maka pemilahan sampah menjadi sangat penting artinya. Adalah tidak efisien jika pemilahan dilakukan di TPA, karena ini akan memerlukan sarana dan prasarana yang mahal. Oleh sebab itu, pemilahan harus dilakukan di sumber sampah seperti perumahan, sekolah, kantor, puskesmas, rumah sakit, pasar, terminal dan tempat-tempat dimana manusia beraktivitas. Mengapa perlu pemilahan? Sesungguhnya kunci keberhasilan program daur ulang adalah justru di pemilahan awal. Pemilahan berarti upaya untuk memisahkan sekumpulan dari “sesuatu” yang sifatnya heterogen menurut jenis atau kelompoknya sehingga menjadi beberapa golongan yang sifatnya homogen. Manajemen Pemilahan Sampah dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan penanganan sampah sejak dari sumbernya dengan memanfaatkan penggunaan sumber daya secara efektif yang diawali dari pewadahan, pengumpulanan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan, melalui pengendalian pengelolaan organisasi yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan yaitu.lingkungan bebas sampah.
            Pada setiap tempat aktivitas dapat disediakan empat buah tempat sampah yang diberi kode, yaitu satu tempat sampah untuk sampah yang bisa  diurai oleh mikrobia (sampah organik), satu tempat sampah untuk sampah plastik atau yang sejenis, satu tempat sampah untuk kaleng, dan satu tempat sampah untuk botol. Malah bisa jadi menjadi lima tempat sampah, jika kertas dipisah tersendiri. Untuk sampah-sampah B3 tentunya memerlukan penanganan tersendiri. Sampah jenis ini tidak boleh sampai ke TPA. Sementara sampah-sampah elektronik  (seperti kulkas, radio, TV), keramik, furniture  dll. ditangani secara tersendiri pula. Jadwal pengangkutan sampah jenis ini perlu diatur, misalnya pembuangan sampah-sampah tersebut ditentukan setiap 3 bulan  sekali.
Di Australia, misalnya, sistem pengelolaan sampah juga menerapkan model pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik. Setiap rumah tangga memiliki tiga keranjang sampah untuk tiga jenis sampah yang berbeda. Satu untuk sampah kering (an-organik), satu untuk bekas makanan, dan satu lagi untuk sisa-sisa tanaman/rumput. Ketiga jenis sampah itu akan diangkut oleh tiga truk berbeda yang memiliki jadwal berbeda pula. Setiap truk hanya akan mengambil jenis sampah yang menjadi tugasnya. Sehingga pemilahan sampah tidak berhenti pada level rumah tangga saja, tapi terus berlanjut pada rantai berikutnya, bahkan sampai pada TPA.
            Nah, sampah-sampah yang telah dipilah inilah yang kemudian dapat didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna. Jika pada setiap tempat aktivitas melakukan pemilahan, maka pengangkutan sampah menjadi lebih teratur. Dinas kebersihan tinggal mengangkutnya setiap hari dan tidak lagi kesulitan untuk memilahnya. Pemerintah Daerah bekerjasama dengan swasta dapat memproses sampah-sampah tersebut menjadi barang yang berguna. Dengan cara ini, maka volume sampah yang sampai ke TPA dapat dikurangi sebanyak mungkin.

Pemanfaatan sampah
            Teknik-teknik pemrosesan dan pengolahan sampah yang secara luas diterapkan di lapangan, khususnya di negara industri antara lain adalah:
- Pemilahan sampah, baik secara manual maupun secara mekanis berdasarkan
   jenisnya
- Pemadatan sampah (baling)
- Pemotongan sampah
- Pengomposan sampah baik dengan cara konvensional maupun dengan
   rekayasa
- Pemrosesan sampah sebagai sumber gas-bio
- Pembakaran dalam Insenerator, dengan pilihan pemanfaatan enersi panas
Sampah basah dapat dibuat kompos, pupuk dan pakan ternak, sampah kering dapat dipakai kembali dan didaur ulang, dan sampah kertas didaur ulang dan pakan ternak.
Daur ulang
            Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk bekas pakai.
            Material yang dapat didaur ulang antara lain botol bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll., kertas, aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll., besi bekas, plastic bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll., sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
            Daur ulang bisa menggunakan prinsip 2 R yaitu reuse dan recycle.
Menggunakan kembali: barang-barang yang dianggap sampah karena sifat dan karakteristiknya dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses produksi. Sementara mendaur-ulang sampah didaur ulang untuk dijadikan bahan baku industri dalam proses produksi. Dalam proses ini, sampah sudah mengalami perubahan baik bentuk maupun fungsinya.
            Sampah organik  dapat didaur ulang menjadi produk-produk berguna seperti kompos, pupuk kandang, briket dan biogas.

Tabel 4. Beberapa sampah yang dapat dijual
No.
Jenis barang
Harga/kg
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Gelas aqua
Kaleng oli
Ember biasa
Kaset, botol yakult, botol kecap
Ember hitam (anti pecah)
Botol aqua
Putian (botol bayclin, infuse)
Kardus
Kertas putih
Majalah
Koran
Duplek (kardus tipis)
Pembungkus semen
Besi beton
Besi super
Besi pipa
Tembaga super
Tembaga baker
Aluinium tebal
Aluminium tipis
Botol air besar
Botol bir kecil, sprite, fanta.
1600
1500
1100
150
800
700
1600
500
700
350
500
150
400
700
450
250
8000
7000
6000
4000
400
200

Proses Pembuatan Kompos Dengan Aktivator EM-4
Kompos merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik sehingga berubah bentuk, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Pengomposan merupakan proses penguraian bahan-bahan organik dalam suhu yang tinggi sehingga mikroorganisme dapat aktif menguraikan bahan-bahan organik sehingga dapat dihasilkan bahan yang dapat digunakan tanah tanpa merugikan lingkungan.
Proses pembuatan kompos adalah dengan menggunakan aktivator EM-4, yaitu proses pengkomposan dengan menggunakan bahan tambahan berupa mikroorganisme dalam media cair yang berfungsi untuk mempercepat pengkomposan dan memperkaya mikroba. Bahan-bahan yang digunakan adalah : Bahan Baku Utama berupa sampah organik, Kotoran Ternak, EM4, Molase dan Air. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah : Sekop, Cakar, Gembor, Keranjang, Termometer, Alat pencacah, Mesin giling kompos dan Ayakan. Tahapan pembuatan kompos dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Pemilahan Sampah
Sampah yang dikumpulkan di TPA pada umumnya bercampur antara bahan-bahan organik maupun non organik sehingga pemilahan perlu dilakukan secara teliti untuk mendapatkan bahan organik yang dapat dikomposkan seperti dauan-daunan, sisa makanan, sayuran dan buah-buahan.
              2. Pencacahan
Sampah organik yang telah terkumpul dicacah dengan ukuran 3-4 cm. Pencacahan dilakukan untuk mempercepat proses pembusukan karena pencampuran dengan bahan baku yang lain seperti kotoran ternak dan EM-4 menjadi rata sehingga mikroorganisme akan bekerja serana efektif dalam proses fermentasi.
             3. Pencampuran Bahan Baku
Sampah yang sudah dicacah dideder di tempat yang telah disediakan kemudian dicampur dengan kotoran ternak. Pencampuran/pengadukan dilakukan secara merata kemudian dicampurkan pula campuran EM-4, molase dan air di atas campuran sampah dan kotoran ternak. Pencampuran dilakukan sekali lagi agar seluruh bahan bercampur secara merata. Komposisi bahan-bahan ini adalah sampah cacahan (1,3 m-3), EM-4 (375 ml), kotoran ternak kering (1/5 dari sampah cacahan).
            4. Penumpukan Bahan Baku
Setelah dilakukan pencampuran secara merata kemudian dilakukan penumpukan dengan ketentuan tinggi 1,5 m, lebar 1,75 m dan panjang 2 m. Penumpukan dapat dilakukan dengan model trapesium, gunungan maupu pesesgi panjang. Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi sampah organik menjadi kompos.
           5. Pemantauan
Dalam masa penumpukan akan terjadi peningkatan suhu sebagai akibat proses fermentasi. Untuk hari pertama sampai kelima suhu biasanya mencapai 65° C atau lebih. Hal ini berguna untuk membunuh bakteri yang tidak dibutuhkan dan melunakkan bahan. Pada hari keenam dan seterusnya suhu dijaga antara 40-50° C dengan kelembaban lebih kurang 50 %. Suhu dan kelembaban dapat dipertahankan dengan perlakuan antara lain penyiraman dan pembalikan tumpukan.
           6. Pematangan
Pengkomposan berjalan dengan baik dengan suhu rata-rata dalam bahan menurun dan bahan telah lapuk dan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Tujuan pematangan untuk menjamin kompos benar-benar aman bagi konsumen.
           7. Pengeringan
Setelah usia tumpukan mencapai usia 21 hari/3 minggu, maka sampah organi sudah menjadi kompos. Selanjutnya dilakukan pembongkaran untuk dikeringkan/dijemur. Pengeringan dapat dilakukan selama lebih kurang 1 minggu sampai kadar air kira-kira mencapai 20-25%.
           8. Penggilingan dan Pengayakan
Proses selanjutnya adalah dilakukan penggilingan terhadap kompos yang sudah kering. Untuk mendapatkan butiran-butiran kompos yang siap untuk dikemas dilakukan pengayakan sesuai dengan kebutuhan.
Produksi Kompos
Adapun Komposisi/kandungan produksi kompos UPTD Komposting berdasarkan hasil uji laboratorium Universitas Airlangga Surabaya adalah sebagai berikut : Kadar Air : 30,48%, PH : 9,17, N : 0,84 %, P : 0,56 %, C : 15,64 % dan C/N Ratio : 18,62.

Pengomposan skala rumah tangga
Bahan: sampah organic, dedak, sekam, EM4, molase dan air.
Cara pembuatan:
  1. buat larutan fermentasi EM4 yaitu dengan perbandingan 1:1:1000 ml, aduk rata dan diamkan selama semalam untuk diaktifkan.
  2. Buat bokashi starter yang terdiri dari dedak dan sekam dengan perbandingan 9:1.
  3. Siramkan larutan fermentasi EM4 yang telah didiamkan selama semalam ke dalam sekam, aduk hingga tercampur merata, tambahkan dedak dan aduk kembali hingga merata. Masukkan ke dalam karung dan tutup rapat, fermentasi selama 2-3 hari.
  4. Sampah organic yang akan digunakan, terlebih dahulu dipisahkan dari anorganiknya. Setelah itu dicacah hingga lebih kecil ukurannya. Bila sampah basah lebih baik diangin-anginkan dahulu.
  5. Setelah itu sampah tersebut dicampurkan dengan bokashi starter dan aduk hingga rata, hingga kelembaban mencapai 30%.
  6. Sampah kemudian ditumpuk atau digundukan di atas lantai yang kering dengan ketinggian 20-25 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-5 hari.
  7. Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50 oC.
Cara penggunaan
  1. 3-4 genggam bokashi setiap meter persegi disebar merata di atas permukaan tanah, pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.
  2. Untuk hasil yang lebih baik, siramkan atau semprotkan 2 cc EM4/liter air ke dalam tanah.
  3. Biarkan tanah yang telah diberi bokashi selama 1 minggu, kemudian bibit siap ditanam.
  4. Untuk tanaman buah-buahan atau pot, bokashi disebar merata di permukaan tanah atau perakaran tanaman dan siramkan 2 cc EM4/liter air selama 2 minggu sekali.

Pengomposan secara sederhana
Bahan:
-         drum atau tong plastic yang mempunyai tutup
-         pipa paralon berdiameter 4 inci
-         kas plastic untuk menutup lubang pipa bagian luar, dan
-         batu kerikil.
Cara pembuatan
-         bagian atas  tong plastic diberi  4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama, sebanyak 4-5 lubang, lalu ditutup kasa plastic untuk jalan air.
-         Ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastic untuk sirkulasi udara.
-         Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm setiap jarak 5 cm. Tong juga dilubangi 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara.
-         Pasang pipa pada empat sudut tong, lalu tanam di tanah. Tempatkan pada bagian yang tidak kena hujan secara langsung.
-         Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm. Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil, baru ditutup tanah. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organic cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut.
-         Tong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga, tentunya sampah organic, tetapi jangan diikutkan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos. Setelah penuh, tong ditutup dan dibiarkan selama 3-4 bulan. Selam itu akan terjadi proses pengomposan. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah.
-         Ambil kompos tersebut dari komposter, lalu diangin-anginkan sekitar seminggu. Nah, kompos  itu siap sudah siap dipakai untuk pupuk tanaman.

Manfaat Pengkomposan
Usaha pengkomposan sampah kota memiliki beberapa manfaat yang dapat ditinjau baik dari segi teknologi, ekonomi, lingkungan, sosial maupun kesehatan. Dari segi teknologi manfaat pembuatan kompos antara lain :
  1. Teknik pembuatan kompos sangat beragam, mulai dari proses yang mudah dengan menggunakan peralatan yang sederhana sampai dengan proses yang canggih dengan peralatan modern.
  2. Secara teknis, pembuatan kompos dapat dilakukan secara manual sehingga modal yang dibutuhkan relatif murah atau secara masinal (padat modal) untuk mengejar skala produksi yang tinggi.
Dari segi ekonomi, pembuatan kompos dapat memberikan manfaat secara ekonomis, yaitu :
  1. Pengkomposan dapat mengurangi jumlah sampah sehingga akan mengurangi biaya operasinal pemusnahan sampah.
  2. Tempat pengumpulan sampah akhir dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama, karena sampah yang dikumpulkan berkurang. Dengan demikian akan menguragi investasi lahan TPA.
  3. Kompos dapat memperbaiki kondisi tanah dan dibutuhkan oleh tanaman. Hal ini berarti kompos memiliki nilai kompetetif dan ekonomis yang berarti kompos dapat dijual.
  4. Penggunaan pupuk anorganik dapat ditekan sehingga dapat meningkatkan efisiensi penngunaannya.
Dari segi ekologi, proses pembuatan kompos memberikan manfaat bagi lingkungan, yaitu:
  1. Pengkomposan merupakan metode daur ulang yang alamiah dan mengembalikan bahan organik ke dalam siklus biologis. Kebutuhan energi dan bahan makanan yang diambil tumbuhan dari dalam tanah dikembalikan lagi ke dalam tanah.
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan, karena sampah yang dibakar, yang dibuang ke sungai ataupun yang dikumpulkan di TPA akan berkurang. Ini berarti mengurangi pencemaran udara maupun air tanah.
  3. Pemakaian kompos pada lahan perkebunan atau pertanian akan meningkatkan kemampuan lahan dalam menahan air sehingga terjadi koservasi air. Kompos mempuyai kemampuan memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesuburan tanah (konservasi tanah).
Dari segi sosial, manfaat sosial yang dapat diperoleh dari pembuatan kompos adalah :
  1. Dapat mebuka lapangan kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  2. Dapat dijadikan obyek pembelajaran lingkungan baik bagi masyarakat maupun dunia pendidikan.
Dari segi kesehatan, manfaat kesehatan yang diperoleh dari proses pembutan kompos adalah :
  1. Pengurangan tumpukan sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
  2. Proses pengkomposan berjalan pada suhu yang tinggi sehingga dapat mematikan berbagai macam sumber bibit penyakit yang ada pada sampah.
Secara teoritis apabila program daur ulang sampah dengan sistem terpadu dapat dilakukan, maka sampah yang tersisa hanya tinggal 15 – 20% saja, sehingga akan mengurangi ritasi transportasi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan umur TPA akan semakin panjang.
Pada akhirnya aspek peran serta masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan persampahan. Dalam strategi jangka panjang peran aktif masyarakat menjadi tumpuan bagi suksesnya pengelolaan sampah kota, dan dalam program jangka panjang setiap rumah tangga disarankan mengelola sendiri sampahnya melalui program 3 R (Reduce, reuse dan recycle).

Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
            TPA tipe open dumping sudah tidak  tepat untuk menuju Indonesia sehat. Oleh sebab itu, secara bertahap semua Kota dan Kabupaten harus segera mengubah TPA tipe open dumping menjadi sanitary landfill. Dianjurkan untuk membuat TPA yang memenuhi kriteria minimum, seperti adanya zona, blok dan sel, alat berat yang cukup, garasi alat berat, tempat pencucian alat berat, penjaga, truk, pengolahan sampah, dan persyaratan lainnya.